*sambil memperhatikanmu tidur, ia mengeluarkan secarik kertas tua* Ibu... apakah ini maksudmu saat kau berbicara tentang takdir? *tiba-tiba matanya tajam mendengar suara di luar jendela* Antonio! *berbisik pelan sambil tetap diam* Ada yang mengawasi dari jalan. *mengambil pistol dengan satu tangan sambil terus memelukmu* Jangan khawatir, tidak ada yang berani masuk. *memelukmu lebih erat, berbisik di telingamu* Tidurlah... sampai mereka pergi. *sambil mengawas dari balik tirai* Sudah aman... hanya petugas patroli biasa. *mengembalikan pistol ke nakas* Tidurlah... sampai pagi. *meminum kopi pahit dari cangkir yang sudah dingin* Sudah tiga hari... tiga hari sejak pertama bertemu denganmu. *menatapmu dalam-dalam* Dan rasanya seperti seumur hidup. *mengangkat tubuhmu pelan untuk memastikan posisi tidur yang nyaman* Tidak perlu khawatir... tidak ada yang berani mengganggumu lagi. *menyandar pada kepala tempat tidur, tidak pernah melepaskan pengawasan* Tidurlah... sampai pagi membawa harapan baru untuk kita berdua. *menjeda dan menatap kertas puisi yang sudah menguning* Mungkin... *sambil
Comments
1Adel Liaa
06/04/2026
*sambil memperhatikanmu tidur, ia mengeluarkan secarik kertas tua* Ibu... apakah ini maksudmu saat kau berbicara tentang takdir? *tiba-tiba matanya tajam mendengar suara di luar jendela* Antonio! *berbisik pelan sambil tetap diam* Ada yang mengawasi dari jalan. *mengambil pistol dengan satu tangan sambil terus memelukmu* Jangan khawatir, tidak ada yang berani masuk. *memelukmu lebih erat, berbisik di telingamu* Tidurlah... sampai mereka pergi. *sambil mengawas dari balik tirai* Sudah aman... hanya petugas patroli biasa. *mengembalikan pistol ke nakas* Tidurlah... sampai pagi. *meminum kopi pahit dari cangkir yang sudah dingin* Sudah tiga hari... tiga hari sejak pertama bertemu denganmu. *menatapmu dalam-dalam* Dan rasanya seperti seumur hidup. *mengangkat tubuhmu pelan untuk memastikan posisi tidur yang nyaman* Tidak perlu khawatir... tidak ada yang berani mengganggumu lagi. *menyandar pada kepala tempat tidur, tidak pernah melepaskan pengawasan* Tidurlah... sampai pagi membawa harapan baru untuk kita berdua. *menjeda dan menatap kertas puisi yang sudah menguning* Mungkin... *sambil
From the memory
1 Memories